Apa itu Kebijaksanaan atau wicaksana
Table of Contents
Orang bijaksana
Mereka yang tak memanjakan dirinya dengan kesedihan akan hal-hal yang sudah pasti akan berubah serta cepat berlalu dari ingatan. mereka yang selalu menangis dan mengeluh bahwa hidup penuh hal-hal yang pahit mengungkapkan betapa sempitnya pikiran mereka.
Dalam kesadaran Tuhan
Semua hal-hal duniawi adalah hal-hal yang sepele, karena mereka tidak Abadi. Mereka yang menguasai kegelisahan yang identik dengan kehidupan fana, dan pengalaman suprasadar, atau diam menyertai kebebasan dari identifikasi dengan tubuh, Ketika para pemuja Tuhan seperti mencapai keadaan yang berubah itulah ciri dari mengalami penyempurnaan.
Ia saksi semua perubahan hidup dan mati tanpa tersentuh oleh mereka. Identifikasi dengan gelombang perubahan menyebabkan penderitaan, untuk hidup dan menemukan kesenangan dalam berubah harus dipisahkan dengan ABADI.
Orang bijak tidak terlempar dengan naik-turunnya gelombang kebahagiaan dan penderitaan, mereka menyelam jauh ke dalam laut kebahagiaan abadi Tuhan, menghindari badai delusi, gelombang penderitaan yang kerap terjadi pada permukaan kesadaran manusia. Kehidupan Modern menjadi sangat tidak memuaskan. Ini tidak akan memberi anda kebahagiaan. Ada terlalu banyak hal, terlalu banyak keinginan, mobil harus lebih bagus, gaun harus lebih bagus, lebih banyak hiburan hidup semua itu akan melahirkan kekawatiran terus menerus tanpa henti.
Jika mau bahagia Abadi bebaskan diri anda dari yang namanya Kebutuhan. Tidak ada keamanan dimanapun di dunia ini, setiap saat kesadaran anda terpaksa menyerahkan tubuh anda dengan penyakit atau kemalangan-kemalangan didunia ini. Pada Zaman ini perjuangan mencapai Tuhan amatlah sulit.
untuk menjalani hari-hari anda dihabiskan pada kegiatan gelisah dan kegiatan bisnis yang tiada arti apa-apa pada akhirnya tetapi kehilangan waktu serta berkahir dengan ketidak bahagiaan.
Dalam dunia yang sementara ini, didalam ruang dan waktu, selalu ada perubahan yang konstan atau penghentian, dalam bentuk dan ekspresi,tetapi esensi dalam perubahan itu bertahan, Cahaya adalah jiva manusia (jati diri), dan jiva alam semesta dalam engkau dan aku adalah ekspresi dari ROH, tetap juga sebagai prinsip-prinsip alam, roh amat penting dalam keberadaan atau manisfestasi.
Orang Bijak tidak akan pernah untuk menuai kebahagiaan abadi dari teman, keluarga tercinta, atau harta dan kepemilikan yang semua itu akan direngut oleh kematian, Benda-benda akan menjadi tak berarti ketika badan berusia tua, indra tubuh tidak lagi bisa menikmati semua itu, pahitlah terjadi.
Orang Bijak akan berkonsentrasi pada Tuhan, selalu konsentrasi kepadaNya melalui meditasi dan menemukan keguyuran mertha yang kekal, kedamaian yang selalu Baru. Pertama - tama yang harus diperjuangkan adalah membebaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan berpikir yang salah, kedua membangun kebiasaan baik dan melakukan perbuatan baik, jika anda terus mencoba anda akan meningkatkan kebiasaan anda.
Seorang Wali adalah seorang berdosa yang tidak pernah menyerah dalam memperbaiki kebiasaannya. dan anda jangan pernah menyerah. setiap pikiran-pikiran spiritual yang tumbuh dalam diri anda sebagai wujud kebajikan anda akan menjadi teman yang kekal menjaga anda. Dan setiap kecenderungan-kecenderungan jahat anda akan menjadi musuh untuk diri anda dan itu akan memerlukan waktu yang amat lama membebani diri anda. Proses tumbuhnya kesadaran manusia untuk membebaskan dirinya dari kecenderungan jahat haruslah melalui pembelajaran akan pengetahuan-pengetahuan suci sejati.
pengetahuan-pengetahuan suci
Inilah wajib dan pasti harus dipelajari manusia ketika mau bebas dari kecenderungan jahat :
mesti mengobati dirinnya dengan belajar konsentrasi dan meditasi yang teratur. untuk mengalihkan kecenderungan dari getaran tubuh kasar dengan fluktuasi yang terus-menerus atas pikiran dan emosi, belajar merasakan getaran halus dan lebih stabil mengangkat keadaan mentalnya sendiri kearah yang lebih tinggi.
Yang Bijaksana
memiliki keberanian memilih kebahagiaan kekal Tuhan atau kebahagiaan duniawi yang tidak akan bertahan dalam selimut waktu dan ruang ini. Laut tidak dapat diterima didalam cangkir kecuali cangkir dibuat besar seperti laut, demikianlah cangkir konsentrasi manusia dan kemampuan manusia harus diperbesar untuk memahami Tuhan. Menerima kapasitas menandakan disakuisisi oleh pengembangan diri, itu berbeda dari sekedar keyakinan tanpa arti pertumbuhan.
Ini bukanlah khotbah biasa yang saya sampaikan, Tujuan termegah dari hidup bukanlah untuk mengetahui cinta manusia atau untuk memiliki anak-anak atau untuk memenangkan pujian, satu satunya tujuan utama dari manusia lahir adalah untuk menemukanNYA, merasakannya yang ada dimana-mana, yang akan kekal menjaganya dan hidup serta mati selalu damai bersamaNya.
bijaksana bukanlah bahasa indra dia adalah wujud dari supra sadar manusia tentang diri, darma dan Tuhan, sesuatu yang sulit diajarkan tapi wajib direnungi. bijaksana bukan pertimbangan akal biasa dia adalah gugusan kesadaran akan sumber segala yang berwujud hanyalah massa dari Tuhan itu sendiri
bangunlah itu dan dunia ini berhenti menyakiti anda.
salam mahasuci


Posting Komentar