nyanyian hati

Sulur Maktiang Leluhur di Pura Agung Besakih

Table of Contents

 Selamat Datang saudaraku di blog ini.

Kita generasi muda mungkin jarang sekali memperhatikan dimana saja dan bagaimana maksud dari sebuah upakara yang kita sendiri ikut di dalamnya. Pada Postingan kali ini saya menulis ini secara garis besar dan berdoa semoga tidak kena raja panulah ring ida Bhatara sesuhunan ring Besakih, karena kecintaan dan rasa bhakti dikaki leluhur saya menyampaikan ini, semoga tiada rintangan.

Sarana Upacara yang dibawa secara umum
saat Nangkilang leluhur :
Suci, pejati, sorohan, segeh agung, tetegenang 
lebeng matah, siap putih, bebek putih (mesalaran)

bisa juga terkadang karena kemampuan ekonomi , tempat atau pura utama saja memakai ayaban diatas selainnya diganti dengan pejatian saja. (menurut sang ngekat Upacara) yang membijaksanai upacara ini.

Dudonan penangkilan

a. Ring Tegal penangsaran
b. Pura Dalem Puri
c. Pura Ulun Kukul
d. Pura mertha
e. Pura Goa Raja
f.  Pura Pedharman masing-masing
g. Pura Kiduling Kerteg
h. Pura Pemuputang
i.  Pura Gelap
k. Pura pesamuan agung.

Tujuan Penangkilan 

Saya disini hanya menulis secara umum, bagi pihak yang datang nangkilang silahkan tanyakan pada pemangku soang- soang disana apa yang saya tulis dan guna traya semua itu


a. Ring Tegal penangsaran


secara umum maksud dari upakara ini mengangkat roh yang ada di alam rendah, untuk di mohonkan kesucian pada ida sesuhunan di seluruh Besakih

disini semua sentana ngecepang atau mendoakan agar leluhur mereka mendapat tempat yang layak di alam niskala, 

yang muput (mepaileh), ngelukat beliau-beliau yang di pendak untuk di tangkilkan ke pura-pura yang lainnya di besakih.



b. Pura Dalem Puri

Setelah selesai ditegal penangsaran lanjut ke dalem puri disini permohonan pada Ida Bhatara Dalem Puri, agar di anugerahi Buk Pada, nanti letakan di tempat daksina linggih leluhur






menurut kepercayaan Buk Pada ini adalah berkah untuk leluhur kita leluasa datang ketempat kita tidak ada rintangan dimensi alam niskala


c. Pura Ulun Kukul

Setelah selesai di Dalem Puri selanjutnya ke Pura Ulun kukul.







Tujuannya menurut kepercayaan
memohon pada beliau di sana untuk memohonkan ijin dari pura yang akan didatangi sehingga terberkati


d. Pura mertha

setelah di pura ulun kukul lanjut ke Pura Mertha
disana kita memohon Jatu Mertha dari beliau yang berstana ke leluhur kita , selanjutnya letakkan ditempat leluhur kita. (daksina linggih)







menurut tujuannya kepercayaan agar leluhur bisa membantu kemerthaan sentana di alam sekala



e. Pura Goa Raja

Di Pura goa Raja 
Kita Mohonkan leluhur kita 
Panugerahan jatu Pengurip

menurut kepercayaan agar leluhur kita sidhi mencipta, memelihara, menyempurnakan 
berkah buat sentananya didunia fana




f.  Pura Pedharman masing-masing







memohonkan ijin pada beliau disana untuk menyempunakan pengelukatan lebih agung dipura yang berikutnya






g. Pura Kiduling Kerteg







memohonkan pengesengan kekurangan leluhur kita






h. Pura Pemuputang






memohonkan penganjudan secara niskala kregedan atau kelemahan leluhur kita








i.  Pura Gelap








memohon disana untuk menerbangkan keletehan leluhur kita agar lebih suci sempurna beliau






k. Pura pesamuan agung.






memohonkan kesempurnaan untuk leluhur kita dan minta ijin akan lanjut ke lempuyang, kalau meajar-ajar, dan sampai disini puput kalau bukan runtutan meajar-ajar






Seperti inilah dudonanya saat nangkil ke besakih, saya tulis didini menurut kepercayaan , itu hanya disadari oleh para spiritualis, dan mohon maaf jika ada kesalahan kata atau ejaan semoga sudi memaafkan dan salam  Mahasuci. Yang berminat nangkilang atau nangkil ke Pura-Pura ini kami 
Pesraman mahasuci melayani umat Sedharma ikuti link ini Mahasuci
©Copyright ©
Srisedaka
Srisedaka saya dari busungbiu bali, amat mencintai seni spiritual dan segala ilmu materi

2 komentar

Comment Author Avatar
9 Agustus 2025 pukul 06.20 Delete
Suksma atas informasinya pak Sri 🙏
Comment Author Avatar
10 Agustus 2025 pukul 22.52 Delete
ingat-ingatlah , bahwa orang Dharma itu sejatinya bukanlah pemaaf, atau sifat-sifat kebaikan umum, tapi ciri mereka yang dharma adalah tahu tanggung jawab dan kewajiban, sangat edan seseorang katanya belajar dharma tidak tahu tanggung jawab dan kewajibannya, persepsi pengetahuan dan persepsi awidya amatlah jauh, dan tinggalkan orang-orang adharma itu.

nyanyian jiva