nyanyian hati

Sulur Ngeluurang Bhatara Cri

Table of Contents

Ngeluurang Bhatara Cri

Ada bahasa ngeluurang ini maksudnya bukan berhenti menyembah Bhatara Cri, bahasa ini dalam kontek upakara, bahwa kita sebagai pertisentana menghormati Ida Bhatara Cri dan para Sedahannya untuk menstanakan Sinar suci beliau kembali ke bedugul, semoga hal ini tidak membuat pertisentana salah persepsi. itulah alasan di balik kata ngeluurang yang di maksud.disini saya tulis seperti ini , ingatlah selalu sabda Bagawad Ghita bahwa Bakti Tanpa pengetahuan akan sia-sia. sedikit saja kita salah paham akan menjadi bumerang dalam bertindak.

Sinar Suci 

Konsep ngeluurang ini dibicarakan jika hal ini terjadi didunia ; semisal ada seseorang akan membuat pekarangan baru yang tanahnya adalah persawahan awalnya tetapi bukan bagian hulu (tempat dimana pelinggih carik), maka konsep ngeluurang yang diwacanakan, jika pekarangan baru dibangun kebetulan di areal hulu (pelinggih yang mesti diluurkan) maka konsep diambil disebut Memirak inilah perbedaan kecilnya, jika salah paham baiknya di tanyakan pada yang lebih berpengetahuan , karena hati-hati ngupakara pedengenan akan berbahaya buat sang yadjmana dan pemaileh.

Sebagai catatan penting yang mesti direnungi setiap kata dewa atau kata Bhatara dialam pikiran biasa maknanya sebagai berikut : dewa berasal dari kta dev yang bermakna Sinar dizaman sekarang ini telah disadari manusia sinar identik dengan energi. lalu kata Bhatara berasal dari kata Bath dan tar Bhat artinya melindungi, tar bermakna sinar (energi), makna bhatara disini secara harpiah bermakna Sinar pelindung (energi pelindung, cermati kalimat diatas semoga tidak salah paham.

Upacara & Upakara 

Berdasar makna harpiah diatas itu maksudnya : setiap ada yadnya apapun bentuknya, yang menyebut nama dewa , bhuta, bhatara dstnya itu sesungguhnya sebagai konsep sinar (energi), dan ingat dalam konsep energi hal lumrah terjadi disebut Konsleting, atau perubahan energi yang membahayakan manusia , dalam hal ini kosleting energi inilah dalam konsep spiritual disebut Pemali, perhatikan kata kata ini Pikiran adalah energi namun yang harus direnungi pikiran bisa berbicara , pikiran bisa mendengar, dstnya. energi-energi seperti pikiran inilah dikenal sebagai bhuta, deva, bhatara dstnya , hanya pikiran tanpa badan kasar tapi dia ada namun mata tak melihatnya, sebagaimana mata anda tak bisa melihat pikiran anda namun dia nyata ada.

Kalau anda telah paham maksud saya diatas mari kita lanjut. kita mulai dari membuat karang bekas sawah, disawah pada awalnya berstanalah beliau Ida Bhatari cri & sedahan (sedan) carik. berarti setiap jengkal tanah disana sinar (energi) bhatara cri & Ida sedan terkandung , nah mengembalikan energi ini kembali ke bedugul agar nanti saat membangun karang dan seisinya tidak terjadi konsleting sampai disini emoga mengerti, fisika telah dihadirkan didunia cobalah pelajari sedikit saja maka konsep konsep agama juga akan mudah disadari, pengetahuan apapun bentuknya jika tidak dipelajari dan dipraktekan dengan dasar pemahaman yang benar tidak akan pernah memberi manfaat buat Manusia.

Inilah bentuk kecil dari pemahaman apa itu upacara & upakara, karena ketidak mampuan menyadari ini semua banyak pihak menganggap itu kepercayaan dan keyakinan, bukan sebagai pengetahuan yang wajib dipelajari. semoga anda renungi. percayalah tidak ada banyak manusia yang cinta fisika, spiritual adalah fisika maka klaim tidak mudah , karena pengetahuan pada konsep tertingginya harus bisa minimal didiskusikan, bukan mentok memaksa orang harus percaya.

Dan sepengalaman saya inilah sarana ayaban untuk ngeluurang bhatara cri :

a. Ayaban ngeraksa wewidangan
b. Ayaban bhakti piuning ngeluurang
c. Daksina linggih putih ambed kuning (bhatara cri), medaging jijih/padi
d. Daksina linggih selem ambed poleng , medaging bangket 5 cokotan murwa daksina.
e. Prabotan sawah Jangkep sampai capil petani
f.  Ayaban menjadikan kebun 
g. Ayaban menjadikan Karang

inilah ayabannya , dan ingat karena semua upakara adalah sebagai potensi energi mohon hindari salah langkah jika lahir Pemali itu efek kebodohan dari pelaksana mohon berhenti menganggap itu nasib.

Untuk dane mepaileh semestinya adalah pelajar Spiritual bukan yang berkepercayaan tanpa dasar dan emosi ketika di tanyai yaaaa renungi saja. saya tulis seperti ini karena inilah yang terjadi zaman sekarang, semoga menjadi bahan kajian dan perenungan, tidak ada hal sepele didunia yang ada adalah kita sendiri belum benar benar sadar dan inilah penyebab kita menyepelekan masalah.

Silahkan bagi penekun Ilmu ikuti link ini jika mau tata cara pemargi Mahasuci atau yang mau ngambil upakara ini bisa hubungi link Mahasuci , kami kerjakan pengeruwak , semoga bermanfaat buat saudaraku sedharma , salam mahasuci




 

©Copyright ©
Srisedaka
Srisedaka saya dari busungbiu bali, amat mencintai seni spiritual dan segala ilmu materi

1 komentar

Comment Author Avatar
10 Agustus 2025 pukul 22.55 Delete
Sadarkah anda bahwa kekeliruan tidak pernah ditoleransi semesta, saat belajar sulur seseorang ada arogan dia pasti akan diajari oleh semesta apa itu penderitaan sesungguhnya bagi pemegang Adharma.

nyanyian jiva